PA MUNGKID HADIRI PERGELARAN BOROBUDUR MOON, KOLABORASI EPIK SENI BUDAYA BALI DAN MAGELANG

Magelang, 8 Oktober 2025 — Pelataran Candi Borobudur malam itu berubah menjadi panggung spektakuler saat digelarnya Borobudur Moon, sebuah pergelaran seni dan budaya yang mempertemukan kekayaan tradisi Bali dan Magelang dalam satu harmoni.
Event perdana ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang di kawasan Marga Utama, Candi Borobudur, Selasa (7/10). Dalam acara tersebut, hadir pula Ketua Pengadilan Agama (PA) Mungkid, A. Syarkawi, S.Ag., M.H., bersama istri beliau, Henda Yeni, A.Ma.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, Borobudur Moon bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol persaudaraan antar-daerah dan bukti bahwa budaya dapat menyatukan perbedaan. Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi ruang dialog budaya yang melampaui batas geografis.

Gubernur Jawa Tengah, yang diwakili Asisten Sekretariat Daerah Provinsi bidang Ekonomi dan Pembangunan Sujarwanto Dwiatmoko, juga memberikan dukungan penuh. Ia menyatakan bahwa Borobudur Moon bisa menjadi magnet wisata sekaligus sarana promosi budaya dan ekonomi kreatif daerah, jika dikelola secara konsisten.
Puncak acara ditandai dengan penampilan sendratari kolosal Purusadha Santa dari Gianyar, Bali, dengan 250 penari menampilkan kisah klasik tentang Raja Purusadha dan Sutasoma yang sarat nilai kemanusiaan. Selain itu, sejumlah tarian khas Magelang juga dipertontonkan, antara lain Tari Raja Sibi, Tari Dewi Sri Boyong, Tari Kalyanamitra Dewi Malam, dan Tari Soreng Warga Satuju.
Melalui gerak tari, musik gamelan, dan cahaya bulan yang menyelubungi panggung megah Borobudur, kegiatan ini berupaya menyampaikan pesan bahwa warisan budaya dan kebaikan harus terus dirawat dan dijunjung tinggi — melebihi kepentingan kekuasaan atau materi.
Dengan kehadiran tokoh seperti Ketua PA Mungkid A. Syarkawi dan istrinya, acara ini juga menjadi ajang pertemuan lintas sektor dalam mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya. Semoga Borobudur Moon tidak berhenti di malam ini, tetapi menjadi tradisi yang menginspirasi kolaborasi budaya antar daerah di masa depan.
(RTS)
Pengadilan Agama Mungkid: |A.P.I.K.| Akuntabel, Profesional, Integritas, Konsisten
Sumber: beritamagelang.id – “Seni Budaya Bali dan Magelang Berpadu Epik dalam Borobudur Moon”


