Pengadilan Agama Mungkid
16 Jan

Bertempat di Ruang sidang utama Pengadilan Agama Mungkid Wakil Ketua Pengadilan Agama Mungkid Drs. H, Ayip., memberikan materi kuliah umum pada mahasiswa Praktik pengalaman lapangan (PPL) Universitas IAIN Purwokerto,. Materi kuliah umum yang di sampaikan oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Mungkid Drs. H. Ayip, M. H. berupa tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Mungkid, termasuk tugas pokok administrasi secara umum baik pada Kepaniteraan maupun pada kesekretariatan.

Kegiatan ini merupakan agenda yang bertujuan untuk memberikan wawasan akademik. Sehingga mahasiswa yang PPL di Pengadilan Agama Mungkid selain mendapatkan pengalaman tentang Praktik pengalaman lapangan (PPL) juga mendapatkan wawasan akademik salah satunya terkait eksistensi  hukum acara  Peradilan Agama dalam sistem peradilan di Indonesia dan terkait dunia peradilan agama tentang bagaimana fungsi dan wewenangnya sebagai peradilan yang sama dan memiliki kedudukan yang sama dengan peradilan umum. Diantaranya terkait perkara yang diajukan ke peradilan agama, seperti masalah perceraian, warisan dan hal-hal mengadili dan menyelesaikan perkara bagi orang non muslim yang tunduk pada hukum Islam. Sebagai contoh, non muslim yang tunduk dengan hukum Islam adalah seperti dalam kasus seorang non muslim yang terkait sengketa ekonomi yang menganut asas hukum Islam sebagaimana Pasal 49 dan 52 UU No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama,  papar wakil ketua Pengadilan Agama Mungkid. Selain itu juga di sampaikan beberapa materi kuliah umum diantaranya adalah:

  1. KEDUDUKAN PERADILAN AGAMA
  2. BAGAN SISTEM PERADILAN
  3. SUMBER HUKUM ACARA PERADILAN AGAMA
  4. TENTANG KEPEGAWAIAN
  5. TUGAS POKOK PENGADILAN AGAMA.

Drs. H, Ayip, M. H. Juga memaparkan terkait seiring dengan perkembangan dunia peradilan agama yang memasuki babak baru, yaitu era 4.0, pada era ini Peradilan Agama memasuki era digital, semua serba elektronik. Tepatnya telah diluncurkannya program e-court dan e-litigasi di pengadilan agama khususnya PA Mungkid. Adapun perbedaan e-court dengan e-litigasi terletak pada migrasi dari yang parsial ke menyeluruh, e-court merupakan migrasi peradilan digital dalam kontek administrasi perkara, sedangkan e-litigasi migrasi persidangan dari manual menuju digital.

Dalam kegiatan tersebut, antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Hal ini terbukti para mahasiswa mengajukan pertanyaan pada saat season tanya jawab dibuka. Yang lebih mengedepankan sistem diskusi.

Semoga dengan adanya kegiatan kuliah umum ini, Kedepan akan terus diselenggarakan sebagai wujud dedikasi Pengadilan Agama Mungkid selain memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima juga  kepada dunia akademik untuk mengenalkan dunia peradilan kepada mahasiswa. Tutur Beliau wakil ketua PA Mungkid dalam penutupan kuliah umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *