Pengadilan Agama Mungkid
April 16, 2019

mengakhiri ikatan pernikahan bukanlah hal yang mudah,. Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan/diperhatikan. Jika berpisah merupakan jalan terakhir yang memang harus ditempuh untuk kebaikan bersama, sudah seharusnya kita mengetahui prosedur dan cara mengajukan gugatan cerai. penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Gugatan Cerai?

Dalam kasus perceraian, kita sering mendengar istilah gugatan cerai. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan istilah gugatan? Gugatan dapat diartikan sebagai sebuah bentuk tuntutan hak yang bertujuan untuk melindungi hak yang diberikan oleh pengadilan. Dengan adanya gugatan, diharapkan dapat mencegah terjadinya main hakim sendiri. Ada beberapa alasan yang dijadikan dasar gugatan perceraian dalam pengadilan agama, yaitu jika suami tidak menafkahi atau menghilang tanpa kabar. Gugatan cerai juga bisa diajukan jika suami melakukan beberapa tindakan yang bisa membahayakan, seperti kekerasan fisik, sehingga istri boleh melaporkan ke pengadilah agama.

Bagaimana Tata Cara Mengajukan Gugatan Cerai?

Gugatan cerai oleh istri dalam Islam disebut dengan istilah khuluk. Seorang istri diperbolehkan meminta cerai jika didasari dengan alasan-alasan yang dibenarkan oleh syariat Islam. Apa sajakah alasannya? Berikut ulasannya.
Cara Mengajukan Gugatan Cerai Istri Kepada Suami
Istri boleh mengajukan gugatan cerai jika suami melakukan kekerasan. (Sumber: psychoshare.com)

  • Jika suami tidak menjalankan kewajiban agama, contohnya berbuat zina (selingkuh), meninggalkan salat, suka berjudi, mabuk-mabukan, menggunakan narkoba, dan menghalangi istri melakukan kewajiban agamanya.
    Jika suami tidak melaksanakan hak dan kewajiban terhadap istri, contohnya tidak memberikan nafkah, tidak memberikan kasih sayang, atau sengaja (dari tingkah laku dan perkataannya) membenci istri, tapi suami enggan memberi talak.
    Terjadi kekerasan dalam rumah tangga, baik kekerasan secara fisik maupun psikis.
    Jika suami menghilang tanpa kabar selama bertahun-tahun.
  • Jika seorang istri hendak mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama yang ada di wilayah tempat kediaman penggugat (istri). Sementara itu, jika terjadi tindak pidana, seperti kekerasan fisik atau kekerasan seksual di dalam rumah tangga, pihak penggugat bisa mengajukan gugatan provisional untuk meminta agar suami tidak tinggal satu rumah. Mengapa hal ini dilakukan? Ini untuk mencegah terjadinya tindakan yang membahayakan.
  • Jika gugatan provisional diterima oleh pengadilan, akan diputuskan terlebih dahulu sebelum putusan akhir perceraian dijatuhkan. Beberapa hal yang harus disiapkan adalah menyiapkan surat-surat yang berhubungan dengan perkawinan dan data pribadi lainnya, membuat surat gugatan cerai, menyiapkan biaya pendaftaran, mendaftarkan surat gugatan, dan mempersiapkan saksi.

Sebelum mendaftarkan diri ke pengadilan agama, ada baiknya kita melakukan islah (perbaikan) oleh pihak lain. Islah adalah pihak ketiga yang bisa memediasi dengan objektif. Pihak ketiga dalam masalah perkawinan dalam Islam bisa meminta bantuan yang ditunjuk oleh kedua belah pihak, sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat An-Nisa, Ayat 35.

β€œDan, jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya, kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Q.S. An-Nisaa: 35).”

Hakam adalah orang yang menjadi pihak ketiga (juru pendamai). Dengan adanya hakam, diharapkan keputusan bercerai bisa dipikirkan kembali dengan sangat matang, tidak diambil secara tergesa-gesa, apalagi diliputi nafsu dan emosi.

Demikian ulasan singkat mengenai cara mengajukan gugatan cerai istri kepada suaminya. Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan dan jangan lupa senantiasa berdoa memohon pertolongan kepada Allah untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *